INFO VIRUS CORONA

6 Orang Tersangka Jiwasraya Hanya Tumbal, Ratusan Lainnya Aman

Ilustrasi Keuangan

PikiranSehat.com
Cerita kerugian Jiwasraya memang bukan cerita sederhana. Segala teori, cara dan intrik terjadi di sana. Bahkan Presiden sendiri sudah mengeluhkan kasus korupsi besar-besaran ini dan tak mau ditindak lanjuti oleh KPK.

Pertanyaan semakin banyak ketika Presiden mengatakan kasus Jiwasraya sudah berlangsung lama. Sudah sepuluhan tahun terakhir. Kalau Presiden sudah tahu, kenapa baru diungkap sekarang? apakah karena jaksanya bukan dari Nasdem lagi? ataukah menteri BUMN nya sudah bukan Rini lagi?

Banyak yang optimis dengan Erick Tohir. Akan mampu menganalisa praktek-praktek korup di perusahaan asuransi ini. Tapi tak jarang yang pesimis mengingat Erick berada dalam lingkaran pengusaha top di Indonesia. Perusahaannya bisa jadi pernah dan sedang bersinggungan dengan dana Jiwasraya, atau minimal teman-teman dekatnya sedang terjerat dalam praktek ini. Lalu menarik untuk ditanyakan apakah Presiden menunjuk Erick agar terjadi komunikasi bawah meja? Demi lakukan penyelamatan.

Saya termasuk orang yang meyakini bahwa penunjukan Erick dimaksudkan untuk mencari jalan keluar dan penyelesaian secara bisnis.

Reaksi berlebihan dari Demokrat juga cukup menarik perhatian dalam kasus ini. Sampai SBY sendiri turun tangan menuliskan opini prihatinnya. Pun sempat menngundang saya ke dalam grup WA partai Demokrat yang entah bertujuan untuk apa.

Cerita ini pun berlanjut ketika saya dikirimi data diagram detail terkait keterlibatan perusahaan yang ikut menikmati uang Jiwasraya. Data tersebut tak boleh saya publikasikan karena untuk kepentingan penyelidikan. Tapi katanya boleh saya ceritakan alurnya dan bagaimana sebuah kasus korupsi triliunan rupiah bisa terjadi selama bertahun-tahun.

Nama-nama tersangka seperti Benny Tjokrosaputro dan lain-lain, diberi warna khusus untuk menjelaskan keterlibatan dan peran ke beberapa perusahaan dan orang. Termasuk jumlah kepemilikan sahamnya.

Karena keterbatasan waktu, dan hanya mencuri-curi gambar diagram tersebut, saya hanya dapat mengira-ngira, setidaknya lebih dari 130 orang nama tercatat dalam diagram tersebut. Termasuk 6 orang nama yang kini sudah menjadi tersangka.


Secara garis besar, kasus korupsi ini memang sudah terjadi sejak lama. Mantan pejabat Jiwasraya membuat perusahaan-perusahaan baru yang bergerak di banyak bidang, guna menampung aliran dana Jiwasraya.

Bukan hanya melibatkan mantan elite Jiwasraya, tapi juga sampai ke keluarga dan anak-anaknya ikut buat perusahaan. Mantan ketua umum partai juga menempatkan sanak familinya di perusahaan-perusahaan baru untuk menampung dana. Sampai anak dari mafia migas yang dulu berkasus soal Freeport juga ada di sana. Tapi ada satu yang janggal. Nama menteri BUMN kita, dan beberapa perusahaannya juga ada di sana. Mengindikasikan pernah bersinggungan dan terjadi transaksi. Saya tak bisa bertanya lebih jauh soal ini, karena pada prinsipnya saya hanya diberi gambaran tentang begitu luar biasanya kasus korupsi ini.

Jika nama orangnya sekitar lebih dari 130an, maka nama-nama perusahaannya jauh lebih banyak. Karena satu orang bisa membuat lebih dari 3 perusahaan. Namanya jelas, lengkap dengan alamat perusahaannya.

Sebagai rakyat jelata, saya merasa mual melihat diagram tersebut. Kita ini susah payah kerja siang malam, berangkat pagi pulang sore, kadang juga lembur, tapi ngga kaya-kaya. Gaji selalu kurang. Dipaksa kreatif untuk berhemat atau meminimalisir pengeluaran. Kalau usaha pun harus tahan mental melihat plus minus omset. Gigih berjuang mencari peluang. Bahkan urusan kerja sampai terbawa mimpi.

Sementara di kelompok elite, mereka cukup bikin perusahaan. Datang ke notaris, bikin akte di atas kertas putih. Lalu siapkan rekening penampungan dana Jiwasraya. Kalau usahanya untung, keuntungannya bisa untuk foya-foya dan hidup mewah. Sampai ngupas salak pun tak bisa. Tapi kalau rugi, mengajukan anggaran lagi. Begitu terus sampai bertahun-tahun dan akhirnya sekarang terungkap.

Saya pesimis kasus ini bisa terungkap dan diselesaikan. Karena melibatkan terlalu banyak nama, dan sudah terlalu lama. Selain itu, mereka yang terlibat ini orang-orang cerdas. Yang pasti sudah memperhitungkan celah. Kalaupun nanti diproses, belum tentu dilanjutkan. Bisa karena terjadi deal, bisa juga karena secara syarat dan aturan bisnis, sudah mereka penuhi semua. Intinya sulit.

Sehingga saya berpikir pengungkapan kasus korupsi di Jiwasraya hanya omong kosong. 6 orang tersangka sudah cukup dijadikan tumbal. Sementara ratusan orang lainnya kemungkinan besar aman dari jeratan.

Yang bisa kita harapkan hanya perbaikan aturan dan mekanisme usaha di tubuh BUMN. Karena kalau tidak diperbaiki, maka pola yang sama akan terjadi lagi di perusahaan negara lainnya.

Sumber:
https://seword.com/umum/6-orang-tersangka-jiwasraya-hanya-tumbal-ratusan-ipxaEAOjrL