INFO VIRUS CORONA

Ketika Fadli Zon “Teraniaya” Di Mata Najwa, Hehe!

Pak Fadli Zon

PikiranSehat.com
- Fadli Zon tetap lah jadi Fadli Zon. Walaupun partai Gerindra notabene sudah bergabung di pemerintahan. Fadli Zon tetap beda sendiri. Dia tidak mau saklek jadi pembela pemerintah walaupun bosnya sudah jadi Menhan. Oleh sebab itu, Fadli Zon juga tidak pantas untuk diperlakukan sebagai bagian dari pemerintahan. Dia lebih pantas diperlakukan sebagai oposisi. Jadi tidak salah jika tadi malam di acara Mata Najwa, beberapa kali Fadli Zon “dianiaya” oleh host maupun nara sumber lain. Dalam tanda kutip ya hehehe sekedar dicecar dan jadi bahan tertawaan gitu maksudnya.

Tadi malam acara Mata Najwa bertajuk Menangkis ISIS. Kita tahu sendiri bahwa Fadli Zon ini termasuk dalam pihak-pihak yang mau menerima orang-orang ISIS eks WNI. Pemerintah sendiri sudah memutuskan secara resmi bahwa kita tidak akan menerima para ISIS eks WNI ini. Dengan pengecualian anak-anak di bawah 10 tahun. Itu pun dengan pengawasan dan proses seleksi yang sangat ketat. Pemerintah juga menyatakan bahwa jumlah orang-orang ISIS eks WNI ini adalah 689 orang. Nah, menurut Fadli Zon tadi malam, ia tidak setuju bahwa 689 orang di Suriah itu semuanya merupakan anggota ISIS. Sementara nara sumber lainnya, Fadjroel Rachman, tentunya sebagai jubir Presiden, dan Hikmahanto Juwana, pakar hukum dari UI, sependapat dengan mayoritas rakyat Indonesia, bahwa mereka itu adalah eks WNI.
Baca juga:Dengar Ahok Mau Luncurkan Buku Kisahnya Dipenjara, PA 212 Langsung Bereaksi

Pernyataan Fadli Zon yang menyebut 689 orang itu adalah WNI langsung disanggah oleh Hikmahanto. "Buktikkan kalau itu Warga Negara Indonesia Pak Fadli Zon," kata Hikmahanto. Ketika Fadli minta bukti bahwa mereka itu disebut eks WNI, dengan gampang Hikmahanto membalasnya. "Kalau di Undang-undang jelas dengan sendirinya buktinya ada Pak Arcandra Tahar," balasnya.


Lalu Fadli Zon pun berkelit, meminta bahwa ke-689 orang itu diperiksa satu-satu. “Boleh tanya enggak Pak Fadli Zon, 689 itu anggota ISIS bukan menurut Anda?” sela Fadjroel. Terpojok, Fadli pun ngeles, “ISIS itu sudah jelas salah,” katanya. “Mereka adalah anggota ISIS bukan 689 itu?” cecar Fadjroel. Dan sekali lagi Fadli Zon ngeles dengan mengatakan ada banyak anak-anak di dalam jumlah 689 itu. Langsung di-smash oleh Hikmahanto: “Anak-anak kalau ikut latihan militer didoktrin di sana, pulang ke Indonesia terpapar bagaimana?”. Fadli Zon pun mengira dia masih bisa ngeles. “Itu yang harus kita buktikan… harus didata… yang kombatan harus dihukum, mereka yang dipenjara harus diisolasi,” ujar Fadli Zon. Kalimatnya panjang tapi tercium gelagatnya oleh Hikmahanto. Disambar lagi. “Dihukum di mana? Di Indonesia?” sela Hikmahanto. “Lah iya,” jawab Fadli Zon Sumber. Hahaha… Ketahuan belangnya, Fadli Zon memang mau memulangkan semua orang ISIS eks WNI itu. Ngapain buang-buang uang negara memenjarakan mereka? Pemikiran yang bodoh atau memang ada uang di balik batu? Jangan-jangan memang ada antek ISIS di Indonesia?

Kali kedua Hikmahanto menguliti agenda hitam Fadli Zon adalah ketika Fadli Zon mempermasalahkan tidak adanya upaya perlindungan dari pemerintah di Indonesia untuk mencegah WNI bergabung ke ISIS. Ada-ada aja nih Fadli Zon. Kayak dia sendiri bisa mencegah orang bergabung dengan ISIS. Hikmahanto pun langsung membantahnya. “Bagaimana negara harus mencegah itu, menurut saya nggak bisa, sulit,” terang Hikmahanto. “Kalau mereka sudah mempunyai pemikiran begitu, mereka akan cari cara bagaimana caranya bisa melewati apa yang menjadi rintangan dari pemerintah untuk bisa masuk,” terangnya. Dan akhirnya Hikmahanto membuka kedok Fadli Zon, bahwa permasalahan ini tujuannya cuma satu. “Lalu kemudian itu disalahkan kepada pemerintah,” ujar Hikmahanto Sumber. Hahaha… Ketahuan lagi, muter-muter hanya buat nyalahin pemerintah. Jadi tujuan Fadli Zon hanya itu ya? Menyalahkan pemerintah/Jokowi? Dasar!

Kali ketiga, Hikmahanto sukses men-skakmat Fadli Zon, dimulai dengan saat Fadli Zon menyimpulkan bahwa pemerintah belum memberikan keputusan final soal kepulangan ISIS eks WNI, karena masih akan mempertimbangkan anak-anak. Artinya masih ada ruang untuk merubah keputusan itu. Masih keukeuh aja Fadli Zon ini agar pemerintah menerima 689 orang itu. Hikmahanto pun langsung mengajukan bantahan.

"Pak Fadli kalau boleh saya sampaikan di sini, kalau kita masih menganggap mereka WNI, berarti kita membiarkan warga negara kita di luar negeri, untuk menyerang pemerintahan yang sah, yaitu Irak dan Suriah, tidak mungkin," ujar Hikmahanto. Fadli Zon kemudian menjawab, “Tidak ada yang namanya negara ISIS itu tidak ada, itu kan pseudo state, tidak ada ISIS itu," jawab Fadli Zon. Lalu kena banting deh sama Hikmahanto. "Menurut mereka (Irak dan Suriah) ISIS ada, Israel kita anggap tidak ada, tapi Israel ada, Palestina, Indonesia anggap ada, Amerika anggap tidak ada," kata Hikmahanto disambut tepuk tangan penonton di studio Sumber. Hehehe Kayak lihat pertandingan badminton. Lagian, pakar hukum dilawan. Sepertinya Hikmahanto gemes juga sama Fadli Zon. Tapi puas sih melihat sampai di-skakmat begitu.

Yang terakhir, adalah ketika Fadjroel Rachman, mungkin lagi iseng, berhasil membuat Fadli Zon ditertawakan penonton. Dimulai ketika Fadli Zon nampak melempar tudingan soal anggaran program deradikalisasi. Sejauh mana keberhasilan deradikalisasi yang sudah banyak menghabiskan dana APBN? Kita perlu evaluasi menangani terorisme, jangan sampai terorisme dibuat ada terus sehingga ada anggaran terus," kata Fadli Zon. Aneh juga Fadli Zon ini. Dia mau memulangkan orang-orang ISIS dan hendak memakai program deradikalisasi untuk mereka yang bukan kombatan. Tapi di lain pihak menudingkan soal anggaran seperti di atas?

Fadjroel kemudian memberikan reaksi di luar perhitungan Fadli Zon. "Nanti kita tanyakan bapak Menteri Pertahanan," jawab Fadjorel, sontak mengundang tawa para penonton. Bahkan Najwa pun dibuat senyum-senyum. "Itu bukan di Menteri Pertahanan, itu ada di BNPT, kepolisian dan lainnya," ungkap Fadli. "Tapi beliau (Prabowo) masuk Kemenkopolhukam," jawab Fadjroel. "Ya tapi anggarannya bukan di Kemenhan. Kalau bela negara dimasukkan ke sana (Kemenhan)," kata Fadli. Reaksi Fadli itu langsung disambut gelak tawa penonton. "Benar, tetapi di dalam Kemenkopolhukam beliau ada di dalamnya," ucap Fadjroel sembari tertawa hahaha…. Sumber.

Sayangnya saya tidak punya potongan klip video khusus di bagian Fadli Zon “teraniaya” itu. Kalau mau lihat video panjangnya ada di bagian akhir tulisan ini. Puas sih melihat Fadli Zon dikuliti dan ditertawakan hehehe…. Walaupun mukanya tetap tebal dan nggak ngaruh ke ekspresinya. Setidaknya kita tahu bahwa lebih banyak orang yang tidak setuju dengan Fadli Zon ketimbang membelanya.

Sumber:
https://seword.com/politik/ketika-fadli-zon-teraniaya-di-mata-najwa-hehe-5IovJeqGMb