INFO VIRUS CORONA

Ketinggian Koar-koar Bicara Perang Badar, Tapi Cuma Sanggup Perang Kursi Kayak Anak-anak

Amien Rais

PikiranSehat.comKarma itu memang jahat tapi adil. Amien Rais yang sedari dulu selalu tidak bisa menjaga mulutnya, sudah tua tapi tidak tahu etika, mulutnya mirip toa yang teriak kencang ugal-ugalan, suka sekali menghujat pemerintah dengan narasi penuh kebencian dan kedengkian. Semua itu berbalik arah dan terbayar lunas berkat momen pesta perang kursi yang diadakan oleh kader PAN.

Berkat itu juga, semua ucapan murahan dari Amien Rais bisa dikembalikan dengan telak, dikembalikan lunas beserta bunga-bunganya. Mungkin dia sedang tiarap untuk menutupi malunya yang sudah di ubun-ubun.

Salah satu blunder yang dia lakukan adalah saat pidato soal Partai Allah dan partai setan.

Yang kedua adalah pada tahun 2014 lalu, ketika saat itu dia mendukung pasangan pilpres Prabowo dan Hatta Rajasa melawan Jokowi dan Jusuf Kalla.

Dia saat itu mengatakan partainya belum memikirkan posisi menteri dalam koalisi yang mengusung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dia mengatakan, PAN akan menggunakan mental Perang Badar dalam menghadapi pemilu presiden ini. "Dahulukan perjuangan ketimbang bagi-bagi harta rampasan perang. Jangan (mental dalam) Perang Uhud, wani pira atau bagaimana nanti rampasan perangnya," kata dia.

Amien mengatakan, prajurit dalam Perang Uhud telah kemasukan kepentingan pribadi yang berorientasi dunia. Dalam Perang Uhud, prajurit berperang bukan untuk kebenaran dan keadilan, melainkan demi harta rampasan perang. Dia juga mengatakan perjuangan para prajurit dalam Perang Badar adalah ikhlas membela kehormatan diri dan tanah air.

"Jadi, kalau mulai maju (niatnya seperti di) Perang Uhud, insya Allah kalah. Kalau (niatnya seperti di) Perang Badar, ini siapa, menterinya siapa, itu nanti, insya Allah kita kali ini dimenangkan," katanya lagi.


Saat terjadi kericuhan dalam Kongres PAN yang berujung saling lempar kursi, Politisi PSI Guntur Romli juga ikut memberikan komentar. Dia menilai kericuhan tersebut adalah akibat kesalah pahaman dalam memahami ‘Perang Badar’ yang pernah dibicarakan Amien.

“Inilah akibat salah memahami ‘Perang Badar’- yang pernah dipolitisasi oleh Amien Rais, jadinya ‘Perang Kursi'," kata Guntur di akun twitternya.

Amien Rais terlalu sombong mengakui partainya, gerombolan dan kelompoknya sebagai pihak suci yang direstui Tuhan dengan menyeret agama sebagai bumbunya. Padahal kita tahu, ini adalah upaya untuk menutupi kemunafikan agar masyarakat tidak bisa melihatnya. Tapi karma itu tidak bisa ditipu apalagi dibohongi.

Sekarang dia pasti menanggung malu yang amat sangat. Partai yang dia anggap paling suci, ternyata kadernya bisa kemasukan entah apa sehingga emosi tidak terkendali, darah mendidih, lempar kursi hingga menyebabkan 10 orang terluka, dan juga memecahkan kaca dan merusak pintu Ballroom hotel. Jadi, yang mana sih sebenarnya partai setan?

Katanya bapak reformasi, tapi partai sendiri saja tidak bisa direformasi dengan baik, malah cenderung makin parah. Mereka memperlihatkan kepada kita dengan sangat jelas bahwa mereka ini lebih mementingkan kepentingan sendiri di banding kepentingan partai. Begini saja tidak lulus, gimana kalau mereka disuruh mengelola satu negara. Bisa-bisa malah main lempar batu. Bayangkan kalau sampai oposisi seperti mereka ini menang pilpres, masa depan Indonesia bakal suram, mendung sepanjang waktu.

Oh iya, masih belum ada kabar dari Pak Amien Rais yang terhormat itu? Kayaknya hingga sekarang belum mendengar dia koar-koar atau konferensi pers ya? Mungkin sedang mengumpulkan keberanian sambil meredam malu yang terstruktur, sistematis dan masif.

Makanya Pak, jangan terlalu banyak gaya bicara agama apalagi merasa sok suci dan memandang pihak lain dengan sebelah mata. Sekarang malah menelan malu sendiri, kan? Sok hebat minta kader gunakan mental perang badar. Terlalu ketinggian. Kadernya cuma bisa perang kursi doang kayak anak-anak yang susah diatur, hehehe.

Jadi perang kursi ini termasuk perang badar atau perang uhud? Jelas sekali kericuhan ini karena berorientasi dunia. Dan menurut Amien dulu, pasti akan kalah. Dan ternyata semuanya terbukti. Partai ini seolah tidak punya wibawa lagi, kalah telak, dan sekarang mempertontonkan hal-hal yang sangat memalukan. Politisi tapi suka perang kursi? Kalau Amien Rais tidak malu, dua jempol dah buat beliau.

Bagaimana menurut Anda?

Sumber:
https://seword.com/politik/ketinggian-koarkoar-bicara-perang-badar-tapi-wpUEtp7lp1
https://nasional.kompas.com/read/2014/05/27/1433407/Amien.Rais.Untuk.Menang.Pakai.Mental.di.Perang.Badar.