INFO VIRUS CORONA

Korban Begal Payudara di Pasaman Barat Bertambah Jadi 11 Orang

Ilustrasi Pelecehan Seksual(Shutterstock)

PikiranSehat.com 
- Korban pembegalan payudara di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) yang dilakukan tersangka R (23) bertambah.

Sebelumnya hanya 10 orang yang melapor ke polisi dan sekarang sudah 11 orang.

"Korbannya bertambah sudah 11 orang yang terdiri 8 pelajar dan 3 wanita muda," kata Kasat Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP Omri Yan Sahureka yang dihubungi Kompas.com, Senin (10/2/2020).

"Kemungkinan bisa bertambah karena bisa saja ada korban yang malu melapor."

Omri mengatakan tersangka diduga mengalami kelainan seks karena dalam setiap aksinya, tersangka hanya meremas payudara korban tanpa melakukan hubungan intim.

"Setelah puas meremas payudara korban, tersangka kemudian meninggalkan korban dan kemudian pergi," jelas Omri.

Pelaku bawa kapak untuk takuti korban


Dalam melakukan aksinya, korban membawa kapak sebagai senjata untuk menakuti korban.

Akibatnya korban takut dan tersangka dengan leluasa melaksanakan aksinya.

Apalagi, kejadian dilakukan di jalan perkebunan sawit yang sepi di Jorong Giri Maju Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat.

Sebelumnya diberitakan, pelaku pembegalan payudara di Pasaman Barat, Sumatera Barat, R (23) akhirnya ditetapkan polisi sebagai tersangka.

R dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak tentang pencabulan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Juga gerayangi alat kelamin korban


Omri mengatakan sebelumnya kasus tersebut berada di Polsek Pasaman yang melakukan penangkapan kepada tersangka.

Namun karena kasusnya melibatkan anak di bawah umur maka dilimpahkan ke Polres Pasaman Barat.

Awalnya warga Jorong Giri Maju Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat dihebohkan dengan aksi begal payudara oleh pemuda RS (23).

Pelaku membegal korbannya dengan membawa sebilah kapak untuk menakuti korbannya dan setelah korban takut, pelaku juga mengerayangi alat kelamin korban.

Pelaku sasar korban pelajar dan wanita muda


Aksi pelaku sudah dilakukan sejak satu bulan belakangan.

Dengan membawa kapak, pelaku memangsa korbannya yang mengendarai sepeda motor sendirian.

"Kebetulan jalan di sana sepi karena areal perkebunan sawit sehingga pelaku leluasa melancarkan aksinya," jelas Kapolsek Pasaman AKP Lija Nesmon.

Aksi pelaku akhirnya terhenti setelah polisi bersama warga menangkap pelaku di Jorong Giri Maju, Jumat (7/2/2020) sekitar pukul 12.30 WIB.

Dilaporkan korban mencapai 10 orang yang mayoritas adalah pelajar dan wanita muda.

Kemudian korban bertambah jadi 11 orang dan kemungkinan bisa bertambah.