INFO VIRUS CORONA

Buat Video Rekayasa Perkelahian di Thamrin, Mahasiswa-Dosen Ditangkap

Foto: Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Heru Novianto rilis kasus rekayasa perkelahian. (Foto: Matius Alfons/detikcom)

PikiranSehat.com
-
Heru menjelaskan motif menyebarkan video rekayasa tersebut untuk meningkatkan followers. Dia menilai upaya ini sebagai panjat sosial ilegal.

"Tujuan melakukan itu meningkatkan rating viewer dan follower, dari situ dia banyak pengikut biar ada keuntungan dan endorse. Belum booming tapi ada pansos ilegal contoh kejadiannya di Thamrin ini," ujarnya.

Akibat perbuatan ini, para pelaku dikenakan pasal 14 ayat 1 UU 1946 terkait membuat resah atau onar dalam berita bohong. Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun.
Baca juga:Dipaksa Threesome, Siswi SMP di Brebes Disekap 10 Hari oleh Pasangan Suami Istri
Berdasarkan video yang beredar, terlihat ada sejumlah orang yang berkelahi di Zebra Cross Thamrin. Terlihat salah satu pria melakukan gerakan seni bela diri melawan dua pria lainnya.


Aksi tersebut juga divideokan dan disebar ke sosial media. Beberapa orang dalam video itu juga terlihat melerai aksi perkelahian tersebut.

Heru menjelaskan motif menyebarkan video rekayasa tersebut untuk meningkatkan followers. Dia menilai upaya ini sebagai panjat sosial ilegal.

"Tujuan melakukan itu meningkatkan rating viewer dan follower, dari situ dia banyak pengikut biar ada keuntungan dan endorse. Belum booming tapi ada pansos ilegal contoh kejadiannya di Thamrin ini," ujarnya.

Baca juga:Baru 3 Bulan Nikah Cabuli Anak Tiri, Istri Histeris saat Pergoki Suami
Akibat perbuatan ini, para pelaku dikenakan pasal 14 ayat 1 UU 1946 terkait membuat resah atau onar dalam berita bohong. Mereka terancam hukuman penjara 10 tahun.

Berdasarkan video yang beredar, terlihat ada sejumlah orang yang berkelahi di Zebra Cross Thamrin. Terlihat salah satu pria melakukan gerakan seni bela diri melawan dua pria lainnya.

Aksi tersebut juga divideokan dan disebar ke sosial media. Beberapa orang dalam video itu juga terlihat melerai aksi perkelahian tersebut.