INFO VIRUS CORONA

Saat Aa Gym Tak Sadar Mengolok Anies di Acara ILC!


PikiranSehat.comSampai saat ini saya masih bingung dengan alasan ILC mengundang Aa Gym untuk berbicara mengenai masa depan Indonesia. Masalahnya Aa Gym sendiri yang awalnya memasang sekat untuk kaum minoritas dan agama lain. Aa Gym sangat getol kalau mengkritik Ahok apalagi demo 212. Harusnya untuk menata masa depan dihadirkan ustadz yang netral dan tak terjebak politik identitas. Lucunya tausyiah Aa Gym di acara ILC malah membongkar akhlak buruk Gubernur DKI. Sudah ditegur Ganjar soal politik identitas, eh diceramahi Aa Gym pula, pantas Anies manyun.

Dilansir dari tribunnews.com, Aa Gym menunjukkan botol air mineral di depannya yang berisi air jernih dan bersih sebagai perumpamaan.

Aa Gym kemudian mengandaikan bahwa kalau botol ini diganti dengan jus harganya jadi 15 ribu,

Diganti dengan madu harganya jadi meningkat lagi Rp 100 ribu.
"Lalu diganti dengan air comberan, maka sudah tidak ada harganya lagi," terang Aa Gym.


Karena itu pangkat jabatan, popularitas, gelar, dan segala askesoris hanya chasing saja.

Kalau isinya jelek, kemasannya jadi ikut tak bagus.  Bisa jadi masalah walau hanya kejedot tiang listrik.

"Jadi kalau di negeri ini sangat sibuk dengan pangkat dan jabatan, popularitas, harta dan seterusnya. Tapi tidak sibuk memperbaiki isinya, sehebat papapun aturan sekaya apapun sumber daya alam tipis arapan negara ini akan maju," jelasnya.

Pernyataan Aa Gym ini secara tak langsung ditujukan untuk Anies Baswedan yang berambisi menjadi capres 2024 lewat kampanye Formula E. Tapi hati Anies yang kotor demi jabatan seperti perumpamaan Aa Gym membuat dirinya terjungkal dengan sendirinya.

Alih-alih Formula E berhasil mengangkat namanya. Anies kini sibuk menutupi keinginannya lantaran Formula E malah membawa masalah besar dikemudian hari.

Mungkin ini karma Anies karena menyunat dana banjir ratusan milyar selama 2 tahun terkahir demi gelaran Formula E. Banjir yang menimpa warganya tak mengetuk hatinya malah hatinya mengeras seperti batu karena ambisi capres sudah di ubun-ubun.

Sayangnya hati yang kotor ditambah akhlak buruk Anies perlahan menjungkalkannya. Gelaran Formula E ingin dibatalkannya tapi tak tahu caranya. Ini karena lintasan Formula E sendiri menabrak UU mengenai cagar budaya (monas). Formula E sendiri belum-belum menelan biaya 1,6 triliunan dengan hanya memberi masukan 50 milyar setelah beberapa tahun.

Kontrak Formula E selama 5 tahun semakin menambah puyeng Anies. Seakan tak mau menanggung beban bullyan kalau tak jadi, Anies dengan kebusukannya ingin playing victim. Dia memberitahu media seakan tak mendapat ijin Setneg, padahal 7 Februari sudah diijinkan dengan catatan tak melanggar UU cagar budaya dan menjaga kelestarian pohon di Monas.

Nasi sudah menjadi bubur, kebusukan Anies lambat laun tercium. Kini dirinya tak berharga lagi. Bukannya menjadi kemasan berisi jus, susu, madu atau kopi starbuck. Anies malah menjadikan dirinya air comberan yang tak berharga.

Inilah yang membuat mimik wajahnya terlihat manyun sepanjang acara ILC. Anies membayangkan dirinya seperti air comberan yang diumpamakan Aa Gym. Begitu hina dan tak berharga. Ini semua gara-gara ambisi politiknya dan kebodohannya mengenai Formula E.

Anies ke depan akan menemui banyak masalah. Padahal banjir bisa diselesaikan kalau dana untuk normalisasi sungai tak disalahgunakan. Ini belum lagi masalah isu kayu monas dijual sebagai furniture, kontraktor fiktif dan sebagainya.

Mungkin maksud Aa Gym dengan pemimpin yang dicaci tak tumbang adalah untuk Ahok. Meski sering dihina dan dicaci maki hingga dijebloskan ke penjara, Ahok tetap bersinar. Bahkan ia berhasil melakukan berbagai gebrakan di Pertamina hingga menjadikan transparansi disetiap informasinya.

Berbeda dengan Anies yang meski seiman tapi miskin akhlak. Bukannya meneruskan sistem transparansi e-budgeting warisan Ahok, Anies malah berniat menutupinya. Padahal sistem transparansi RAPBD untuk melindungi anggaran dari maling berdasi. Anies dengan akhlak yang entah sudah menjadi comberan sehingga malah mengundang para maling dengan menutup-nutupi informasi anggaran.

Anies juga dengan sombongnya menolak sistem lama mengenai normalisasi sungai dan menjadikan PKL menjamur di Ibukota. Anies ingin merubah semua sistem yang berjalan dari satu pemerintahan ke pemerintahan selanjutnya menjadi berbeda. Ia ingin menunjukkan dirinya lebih pintar ketimbang Jokowi, Ahok, Foke, Sutiyoso dan gubernur pendahulu. Sayangnya bukan kelihatan pintar, Anies layaknya comberan malah membuka kebodohannya ke publik.

Sepertinya kampanye Anies sebagai kandidat capres terkuat 2024 hanya sebatas mimpi dan wacana. Karena dalam acara ILC kemarin ada Ganjar Pranowo yang lebih hebat dalam birokrasi. Juga ada Erick Thohir yang totalitas membenahi seluruh BUMN di Indonesia. Anies beserta namanya akan tenggelam dengan sendirinya. Seperti kata Aa Gym, jabatan luarnya gubernur tapi isinya akhlak comberan.

Sumber :
https://seword.com/umum/saat-aa-gym-tak-sadar-mengolok-anies-di-acara-ilc-M2DBH8dvoC

Referensi:

https://wartakota.tribunnews.com/amp/2020/02/12/aa-gym-dan-mahfud-md-puji-erick-thohir-di-acara-ilc-bahkan-aa-gym-sempat-panggil-ustadz-erick?page=2