INFO VIRUS CORONA

Sejak Kelas V SD Jadi Budak Nafsu Kakek, Siswi Kelas IX SMP di Simalungun Hamil 6 Bulan

ilustrasi hamil

SIMALUNGUN, PikiranSehat.com
– Seorang kakek berusia 65 tahun di Kecamatan Hatonduan, Simalungun, harus berurusan dengan polisi lantaran dilaporkan mecabuli seorang gadis di bawah umur selama bertahun-tahun.

Korban yang masih berusia 15 tahun dan masih duduk di bangku kelas IX di salah satu SMP di Simalungun terpaksa berhenti sekolah, karena perbuatan bejat sang kakek membuatnya berbadan dua.

“Pelakunya kakek korban. Dan menurut keterangan ibu korban, perbuatan memilukan ini terkuak saat korban mengeluh sakit pada perutnya yang terus membesar,” kata Gamot (Kepala Dusun) Huta 5 Nagori Bahjoga Farma Anggara Damanik, Rabu (8/1/2020)
Baca juga:Sering Ganggu dan Gigit Warga, Uspika Girsip Eksekusi 8 Ekor Anjing
Korban sudah 4 tahun terakhir tinggal bersama sang kakek, sebelum dia dan 4 saudaranya menjadi anak yatim lantaran sang ayah meninggal dunia.

“Bapaknya setahun yang lalu meninggal dunia. Saya rasa akibat himpitan ekonomi, sejak kelas V SD, korban sudah tinggal serumah dengan kakeknya di Kecamatan Hatonduhan Simalungun,” imbuhnya.

Menurut Firman, peristiwa itu terungkap setelah korban bercerita langsung kepada ibunya yang selama ini berdomisili di Nagori Bahjoga, Kecamatan Jawamaraja Bahjambi.

“Korban mengakui dinodai sejak kelas V Sekolah Dasar (SD),” kata Farma Anggara Damanik.

Mengetahui putrinya telah menjadi budak nafsu sang kakek selama bertahun-tahun, sang ibu dibantu dana dari swadaya masyarakat dan Pangulu Bahjoga kemudian membuat pengaduan ke Unit PPA Polres Simalungun.


Selanjutnya korban divisum di RS Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Minggu (5/1/2020) siang. “Pelaku berinisial SB masih memiliki istri dan anak,” jelas Gamot Huta 5 ini.

Dia mengatakan, awalnya keluarga curiga melihat bentuk tubuh korban yang mulai membesar. Selain itu, korban juga sering mengalami mual-mual. Setelah dibujuk, korban kemudian diperiksa petugas kesehatan. Ternyata kecurigaan keluarga benar, korban sedang hamil 6 bulan.

“Pelaku memang sudah mengakui perbuatannya. Namun, keluarga tidak terima karena pelaku sudah memiliki istri dan anak. Keluarga sepakat untuk tetap melanjutkan kasus ini ke ranah hukum,” imbuhnya lagi.
Baca juga:Penggrebekan Judi Samkwan di Hotel Niagara Parapat, 40 Orang Diamankan, 11 Jadi Tersangka
Pangulu bersama sejumlah warga kemudian mengamankan dan menyerahkan SB kepada pihak berwajib, dan pihak keluarga membuat pengaduan resmi ke kepolisiaan.

“SB langsung diamankan, lantaran di takutkan pihak keluarga dan warga marah. Kita sangat prihatin dengan kondisi ekonomi orangtua korban yang pas-pasan. Warga dengan sukarela memberikan bantuan uang dengan adanya peristiwa memilukan ini. Walaupun kejadiannya tidak di Bahjoga, namun warga sangat prihatin,” kata Pangulu Bahjoga, Rahmad.

Kasat Reskrim AKP Muhammad Agustiawan SIK ketika coba dikonfirmasi melalui Kanit UPPA Polres Simalungun Iptu Ralus Siahaan, Rabu (8/1/2020), hingga saat ini belum memberikan penjelasan terkait kasus pencabulan anak di bawah umur tersebut. (age)

Sumber:
https://news.metro24jam.com/read/2020/01/09/86208/sejak-kelas-v-sd-jadi-budak-nafsu-kakek-siswi-kelas-ix-smp-di-simalungun-hamil-6-bulan