INFO VIRUS CORONA

Sihir Ganjar Memukau Panggung ILC, Penonton Terhibur, Muka Anies Kecut!


PikiranSehat.comSaya tidak menonton acara ILC di TV One langsung. Ternyata di episode bertajuk Menatap Indonesia tadi malam, para nara sumber yang diundang sangat menarik. Ada JK, Mahfud MD, Sandiaga Uno, Erick Thohir, Ganjar Pranowo, Anies Bawsedan, Rizal Ramli, Sudjiwo Tedjo, dan Emil Salim. Begitu mengetahui siapa saja yang hadir, kok saya berasa seperti sedang menyaksikan kampanye capres 2024 ya. Yang saya dengarkan secara lengkap penuturannya adalah Ganjar Pranowo dan Erick Thohir. Lalu saya coba mendengarkan ocehan Anies, tapi nggak sampai selesai. Isinya hampa dan kopong. Hanya bicara tentang pembangunan SDM, gitu doang hehe. Kalau Erick Thohir pemaparannya sangat teknis tentang rencana kerja di BUMN dan pemberantasan korupsi di sana. Menarik, memukau tapi tidak menyihir. Pemaparan yang menyihir hanyalah milik Ganjar Pranowo.

Kenapa saya bilang menyihir? Karena pemaparan Ganjar ini mengandung optimisme, sekalian menyentil politik identitas yang dipraktekkan dalam pemilu, oleh ehem siapa lagi kalau bukan Anies? Ganjar juga membawakan pemaparannya sambil mengajak nara sumber lain berinteraksi, dengan Erick Thohir, Mahfud MD, bahkan Anies. Dan isi pemaparannya diselingi dengan poin-poin yang mengundang tepuk tangan para penonton di studio. Tidak kaku, menghibur, sekalian bisa memamerkan kinerja Ganjar sendiri. Sampai bikin Anies merengut dan pasang muka kecut hehehe….

Ganjar Pranowo diminta host Karni Ilyas untuk memaparkan seperti apa bangsa dan negara kita ke depan menurut visinya. Lalu Ganjar pun memaparkan tentang keoptimisannya, harapan dan apa yang menurut dia harus dilakukan agar negara dan bangsa kita maju. Dan kata-kata pembuka Ganjar pun langsung menyihir panggung ILC. “Bang Karni, insyaallah besok pagi itu matahari bersinar. Besok pagi,” ujar Ganjar diiringi tepuk tangan para penonton.

Ganjar kemudian menyisipkan cerita ringan di balik layar ketika dia berinteraksi dengan Erick Thohir dan Mahfud MD. Katanya Erick sedang menyiapkan materi buat rapat besok dengan Presiden Jokowi. Bagi Ganjar kesibukan Erick Thohir itu merupakan bagian dari harapan. Kata Ganjar, ada harapan yang dibangun terus menerus. Ada kekurangan dan ada pula kemajuan. Setiap jaman pasti ada gaya. “Politik menguat, ekonomi kurang. Ekonomi menguat, politiknya kurang. Selalu ada pilihan-pilihan,” kata Ganjar. Yang penting, menurut Ganjar, kita improve. Memperbaiki diri.

Ganjar sempat melontarkan intermezzo soal ulang tahun TVOne. Sambil mengucapkan selamat kepada TVOne. Candaan ini cukup menghibur penonton, dan bahkan bikin Erick dan Karni Ilyas ikut tertawa. Sebuah bentuk kepiawaian Ganjar dalam hal komunikasi publik.


Kemudian Ganjar memaparkan optimismenya terhadap sistem demokrasi di Indonesia. “Ketika demokrasi menjadi pilihan, ketika konsensus itu dibangun oleh anak-anak bangsa, suka atau tidak suka, itulah konsensusnya… Nah secara konstitusional kemudian kita menjalankan mengoperasikan(nya),” ujar Ganjar. Menurut Ganjar rakyat sudah sepakat dan mau melaksanakan sistem demokrasi. Tidak mau memilih pemimpin dengan diwakili oleh MPR maupun DPR. “Ini pestanya rakyat. Kami bisa berpartisipasi 5 tahun sekali aja, anda akan kepilih… Dan saya mendengarkan itu,” ujar Ganjar. “Bahwa kemudian kita belum bisa sampai pada kualitas demokrasi yang paling baik, ya ini lah jalan menuju kualitas itu. Saya optimis terus,” sambung Ganjar. Mantul banget semangatnya, Pak!

Karena sistem demokrasi yang sudah jadi konsensus bersama itu, kata Ganjar, semua orang punya kesempatan untuk masuk ke dalam politik. Dengan mencontohkan dirinya sendiri. “Ganjar ini siapa? Bukan siapa-siapa. Kenapa bisa terpilih? Saya juga tidak mengerti. Kalau sistemnya masa lalu saya bisa (terpilih) nggak? Nggak mungkin. Saya urutkan kok dari sisi sejarahnya, siapa sih gubernur Jawa Tengah sebelumnya? Tentara. Tua, maaf. Maaf, pasti kan, pensiunan Pangdam begitu, iya pangkatnya begitu,” papar Ganjar. Di sini lah kemudian Ganjar kemudian menyebut politik identitas sebagai produk dari kebebasan berdemokrasi. Itu memang pertanda tidak sempurnanya pelaksanaan demokrasi. Namun, para politisi maupun pemerintah bisa mengedukasi masyarakat dengan cara memberikan contoh dan juga menciptakan regulasi untuk memagari agar politik identitas tidak kebablasan. Politik identitas lagi, Anies kesentil lagi nih hehehe… Coba deh kalau sempat lihat di videonya di bagian akhir tulisan ini, muka Anies kecut melulu.

Sebagai bagian dari optimisme-nya, Ganjar memberikan contoh bagaimana Erick Thohir terpilih menjadi Menteri BUMN. Karena Erick punya success story, punya prestasi. Pilihan Jokowi terbukti tepat. “Dan hari ini beliau (Erick) kemudian dipandang banyak orang, bahwa weeh ini mau menghajar BUMN ini keren juga ini… Karena apa? Yang ditabrak adalah tembok-tembok besar yang sistemnya sudah sampai segitu, mungkin juga karatan gitu,” ujar Ganjar, disambut tepuk tangan penonton.

Ganjar juga bicara tentang rekonsiliasi nasional sebagai alasan keoptimisannya. “Pada saat politik nasional menentukan, negosiasi yang sangat keras saya tahu membentuk kabinet saat itu dan tiba-tiba ya, menerima seorang Pak Prabowo menjadi Menhan. Apa sih keywordnya? Rekonsiliasi,” ujar Ganjar. Kata Ganjar, rekonsiliasi merupakan jembatan yang bisa merontokkan politik identitas itu. “Dan kemudian sekarang fine-fine saja. Bertemu mas Sandi bisa tertawa dan kita tidak ada musuh yang waduh pokoknya sampe mati deh,” ucap Ganjar dan disambut Anies dengan pamer senyum kecut yang sempat tertangkap kamera. Kena lagi nih Anies hehehe…

Pesan Ganjar agar optimisme di bidang politik terjaga adalah “jangan baperan”. “Ini 5 tahunan. Besok lagi bisa gandengan. Yang musuhnya bisa gandengan… Ya sudah, besok kita fight lagi di 2024… kita belajar salaman, belajar berpelukan,” ucap Ganjar dengan bersemangat.

Sesudah sempat bercanda soal naik bis 4 jam untuk bisa sampai ke ILC, Ganjar kemudian memaparkan sikap yang wajib dimiliki bangsa kita. Dengan mengambil contoh mengapa kita perlu impor bawang putih, karena memang susah menanamnya. Adanya kejadian Virus Corona di China kata Ganjar harus jadi momentum agar kita menggenjot diri kita sendiri, agar terhindar dari darurat pangan. Disambut oleh penonton dengan tepuk tangan. “Tindakan kedaruratan inilah yang kemudian musti dimiliki oleh bangsa ini,” tegas Ganjar.

Sebagai penutup, Ganjar mengemukakan pemikirannya tentang sistem pendidikan dan para pekerja honorer, sebagai solusi peningkatan SDM. “Kami kekurangan guru, kami kekurangan penyuluh, kami kekurangan bidan. Dan kemudian kita bermimpi SDM yang bagus. Kalau ini tidak diperbaiki, tidak bisa… Boleh nggak saya usul. Kami angkat dengan kewenangan otonomi kami dan kami bayar sesuai dengan kemampuan kami. Maka itu bagian dari solusi. Sebab kalau itu tidak, tidak bisa dilaksanakan,” ujarnya disambut dengan tepuk tangan penonton. Bravo! Sekian dulu dari kura-kura!

Sumber:
https://seword.com/politik/sihir-ganjar-memukau-panggung-ilc-penonton-nXDbPK6rIx