INFO VIRUS CORONA

Tangis Siswa Korban Bully di Malang Harus Diamputasi...

Paman MS, korban bully di SMPN 16 Kota Malang saat ditemui di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang, Rabu (5/2/2020).

Pikiran Sehat.com - MS (13), siswa korban bully di sebuah sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Malang akhirnya menjalani operasi amputasi.

Jari tengah tangan kanan korban harus diamputasi karena sudah tidak berfungsi.

Operasi amputasi itu dilakukan oleh tim medis Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang, tempat MS dirawat.

"Operasi tadi malam. Masuk pukul 18.00 WIB sampai 21.30 WIB," kata Taufik (47), paman MS, saat ditemui di Rumah Sakit Lavalette Kota Malang, Rabu (5/2/2020).

Taufik mengatakan, operasi amputasi itu atas keputusan dari tim medis di rumah sakit tersebut.

"Kami ikut apa yang diusulkan oleh dokter. Karena jaringan di jarinya sudah mati," kata dia.

Terdapat dua ruas di jari tengah tangan kanan korban yang harus diamputasi.

Saat ini, pihaknya fokus memulihkan kondisi psikologis keponakan korban.

Sebab, korban sempat menangis karena kehilangan jari tengahnya.

"Fokus kami psikis, akibat operasi mau tidak mau syok, karena kehilangan jarinya," kata dia.

Pihak Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang tidak berkenan dimintai keterangan terkait perawatan terhadap MS.

Sementara itu, jajaran Polresta Malang Kota sudah menaikkan status kasus tersebut, dari penyedilikan ke penyidikan.

Sudah ada 15 saksi yang diperiksa terkait kasus itu.

"Kami sudah menaikkan status dari tahap penyelidikan menuju tahap penyidikan. Kami sudah memeriksa total 15 saksi dari pihak keluarga korban dan terduga pelaku. Juga dari pihak sekolah. Kami sudah mengantongi dua alat bukti," ujar dia.

Kasus bully di SMPN di Kota Malang ini mencuat ke publik pada Jumat (31/1/2020).

Saat itu, MS yang menjadi korban bully oleh tujuh temannya sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Lavalette Kota Malang.