INFO VIRUS CORONA

Mantab! Erick Thohir Sikat Tambang Emas dan Batubara Tersangka Jiwasraya


Pikiransehat.com - Erick Thohir lagi-lagi menunjukkan taringnya melawan koruptor di Indonesia. Dalam beberapa bulan ia telah melakukan perombakan besar-besaran di jajaran BUMN. Mulai dari perombakan di Pertamina dengan menempatkan Ahok sebagai komisaris utama untuk melawan mafia migas hingga mengangkat direksi baru di beberapa BUMN lain.

Selain itu, Erick juga menyorot aturan soal anak cucu perusahaan dan bisnis samping direksi BUMN. Seperti Krakatu Steel dan Garuda yang ternyata memiliki anak cucu perusahaan di tengah terpuruknya keuangan yang dimiliki. Termasuk Pertamina dan Pegadaian yang memiliki bisnis hotel. Erick juga menyorot BUMN seperti Telkom, Pertamina dan PLN yang membuka sekolah sendiri alih-alih menyedot lulusan PTN dalam negeri. Inilah makanya dari 140 lebih BUMN hanya ada 10 yang aktif menyetor deviden ke negara dengan prosentasi total di atas 70 persen. Karena yang lainnya disibukkan dengan anak cucu dan manajemen yang bobrok.
Baca juga:Polisi Grebek Gudang di Tangerang, Amankan Belasan Ribu Boks Masker
Pendirian anak cucu perusahaan memang buka hal yang baru. Tapi kalau disalahgunakan untuk memperkaya sebagain kelompok terutama direksi, ini akan membebani BUMN induk. Bukan hanya memiliki anak cucu, direksi korup juga menanam saham di perusahaan lain untuk memperkaya diri sendiri. Seperti direksi Jiwasraya yang ketahuan memiliki saham mayoritas di perusahaan tambang emas.

Hal ini terungkap setelah Kejaksaan Agung menyita semua aset tersangka Jiwasraya. Perusahaan Asuransi yang merugi sejak 2006 tersebut ternyata menjadi bancaan para elit. Apesnya negara yang harus menalangi dana nasabah yang dirugikan. Jadi wajar kalau pemerintah dalam hal ini menteri BUMN aktif mengambil alih aset tersangka hasil merampok uang BUMN.

Seperti dilansir kompas.com, Kejaksaan Agung RI telah menyita PT Batutua Waykanan Minerals milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya, Heru Hidayat.

Perusahaan tersebut bergerak dalam pengelolaan tambang emas di kawasan Lampung.

Perusahaan itu disita karena diduga diperoleh dari hasil kejahatan yang dilakukan Heru Hidayat di Jiwasraya.

Heru sendiri memiliki 60 persen saham di perusahaan tersebut melalui PT Kalimantan Pancar Sejati.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Kejaksaan Agung RI memutuskan menitipkan pengelolaan perusahaan tersebut ke Kementerian BUMN.

“Ini perusahaan Heru Hidayat. Kita akan kelola supaya tambang emasnya tetap berjalan dengan baik,” ujar Arya di Jakarta, Senin (2/3/2020).

Arya menambahkan, Kejagung menyerahkan pengelolaan perusahaan tersebut ke Kementerian BUMN pada 18 Februari 2020 lalu.

“Nanti (PT Batutua Waykanan Minerals) akan dikelola PT Antam,” kata Arya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI juga telah menyita PT Gunung Bara Utama milik tersangka kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Heru Hidayat.

Selama masa penyidikan hingga adanya keputusan hukum yang tetap (incracht), Kejagung menitipkan pengelolaan perusahaan yang bergerak di bidang tambang batu bara itu ke Kementerian BUMN.

Diharapkan, dengan dikelola oleh BUMN nilai aset dari perusahaan tersebut tetap terjaga.

“18 Februari 2020 kemarin Kejagung menyerahkan PT Gunung Bara Utama, tambang batu bara yang dimiliki Heru Hidayat di kawasan Kutai, Kaltim, sudah diberikan kepada BUMN, kepada kita untuk dikelola,” ujar Arya dalam pesan singkatnya, Jumat (28/2/2020).

Arya menambahkan, Menteri BUMN Erick Thohir telah menunjuk PT Bukit Asam untuk mengelola tambang batubara milik Heru Hidayat itu.

Dengan diambilnya aset tersangka, semoga bisa mengembalikan kerugian negara yang saat ini tengah mengucurkan dana untuk menyelamatkan kerugian Jiwasraya. PT Antam dan PT Bukit Asam bisa mengelola tambang emas dan batubara yang nantinya akan jadi deviden tambahan untuk disetorkan dalam kas negara.

Semoga setelah ini akan ada temuan dari Kejaksaan untuk tersangka baru Jiwasaraya termasuk dari kalangan elit yang ikut menikmati. Beberapa nama yang disinggung seperti pemilik media, mantan orang nomor satu dan pengusaha kelas kakap yang kini berada di lingkaran Istana.

Terkuaknya misteri Jiwasraya membuat mereka panik hingga mengalihkan dukungan ke DKI 1 yang ketahuan tak becus kerja. Biarlah waktu yang nanti membuktikan sejauh mana mereka berkuasa. Segala sesuatu ada masanya.

Berkaca dari elit cendana yang kini sudah bukan siapa-siapa, bisa jadi mantan penguasa lain suatu saat tak memiliki kuasa. Saat itu negara tak perlu ragu untuk menyita harta kekayaan mereka. Semoga Erick bisa menjadi pengganti Jokowi. Karena taringnya melawan para koruptor sudah teruji saat ia jadi menteri. (SEWORD)

Referensi:
https://money.kompas.com/read/2020/03/02/203553926/erick-thohir-tunjuk-antam-kelola-tambang-emas-milik-heru-hidayat?page=all