INFO VIRUS CORONA

Nasib Wonogiri Setelah Diserbu Pemudik dan Upaya Cegah COVID-19 Menyebar

Suasana Terminal Giri Adipura Wonogiri.  Foto: Dok. Istimewa

PIKIRANSEHAT.COM - Hari raya Idul Fitri masih dua bulan lagi tapi Wonogiri sudah dibanjiri pemudik. Kepala Terminal Induk Giri Adipura Krisak Wonogiri, Agus Hasto Purwanto, mencatat dari tanggal 15 Maret sampai 22 Maret 2020 datang sebanyak 876 armada dan penumpang sebanyak 14.140 orang.

“Kali ini pelonjakan jumlah kedatangan penumpang di terminal setelah Jakarta berstatus tanggap darurat corona," kata Agus.

Dalam periode 19 Maret hingga 22 Maret 2020, rata-rata tiap hari jumlah pemudik mengalami kenaikan sekitar 500-700 orang. Ribuan perantau Wonogiri diketahui tersebar dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Mereka berjualan bakso, jamu, warung makan, pekerja pabrik, dan lain sebagainya. Dengan mewabahnya virus corona di Ibu Kota, serta imbauan physical distancing dan work from home (WFH), pendapatan mereka praktis berkurang drastis sehingga pulang kampung pun menjadi opsi yang paling rasional bagi mereka.
Baca juga:Mana Donasi Orang Kaya RI? Yang bisa bantu Negara Indonesia Lawan Virus Corona
Ahli epidemiologi Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono, menggunakan asumsi jika saat ini kasus positif berjumlah 893 orang (data per 26 Maret 2020) dan sekitar 500 di antaranya berada di Jakarta, maka dari 10 juta total penduduk, 0,5 persennya terkena virus corona. Hal yang sama bisa diterapkan pada belasan ribu warga Wonogiri yang mudik dari Jakarta.  “Peluang bahwa 5 orang akan ada (terjangkit virus corona) dari 11 ribu orang yang mudik (ke Wonogiri),” .

“Jadi 5 orang yang sakit kalau tidak ditemukan dan tidak mudah menemukan 5 orang yang sakit di 11 ribu itu menjadi kendala sendiri. Kalau mereka mudiknya bareng itu akan jadi potensi yang besar bagi Wonogiri,” Miko mengimbuhkan.

Dari 5 orang yang diasumsikan terjangkit COVID-19 tersebut, menurut Miko, selanjutnya bisa menimbulkan risiko penyebaran ganda (doubling). Secara ilmiah maksudnya seseorang akan menyebabkan penularan ke dua orang. Dalam hal ini keluarga menjadi kelompok paling berisiko tertular. Oleh karena itu, tes kepada mereka yang baru tiba di Wonogiri menjadi hal yang wajib guna menghentikan penyebaran virus corona.

Miko menyebut sudah seharusnya diberlakukan lockdown di Jakarta. Sebab, Jakarta telah menjadi episentrum atau pusat wabah corona di Indonesia. Kurang lebih 60 persen penderita diketahui berada di Jakarta.

“Karena sekarang enggak ada regulasinya. Orang pulang kampung bukannya tidak boleh, diimbau jangan. Kan itu imbauan bukan regulasi. Kalau regulasi, itu (warga yang pergi mudik) bisa dihalang-halangi dengan regulasi tersebut,” terang Miko.(KUMPARAN)