INFO VIRUS CORONA

Orang Terkaya RI Bicara Virus Corona, Apa Kata Dia?

Foto: Michael Hartono (detikcom)

Jakarta, Pikiran Sehat Indonesia - Wabah virus corona banyak memukul perekonomian global termasuk Indonesia. Namun, rasa optimistis tetap ada, Indonesia bisa keluar dari masalah krusial ini.

Di tengah-tengah krisis ekonomi global akibat corona, pengusaha sekaligus orang terkaya RI, Michael Bambang Hartono pun mengatakan bahwa Indonesia pernah mengalami krisis yang memacu pertumbuhan di tahun 2003-2018.

"Jadi pada stabilisasi dan pemulihan ekonomi pasca krisis ekonomi memacu pertumbuhan ekonomi 2003-2018. RI melewati krisis global tahun 2008. Bahkan berhasil dengan negara pertumbuhan ekonomi kedua tertinggi dari negara kelompok G20," ujar Bambang Hartono saat memberi Orasi Ilmiah di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Diponegoro, Semarang, Selasa (10/3/2020).
Dia menuturkan bahwa posisi ini sedikit turun menjadi nomor 3 namun Indonesia semakin berkembang seperti Brasil, India, Rusia dan China yang mampu mencuri perhatian dunia dengan tingkat perekonomian yang sangat tertinggi.

Hal tersebut menarik investor baik investasi langsung maupun portofolio untuk tanam modal di Indonesia. Lonjakan ekonomi selanjutnya terjadi 2009-2014, saat itu terbantu oleh bangkitnya perekonomian China.

"Ini membawa dampak naiknya permintaan komoditas. Paling penting komoditas kita, batu bara, minyak sawit dan rubber.

Andaikan ekspor kita maju pesat sekali dan di luar Jawa membawa dampak pada meningkatnya produk-produk industri yang dihasilkan pulau Jawa," ucap dia.

Pada akhir nya naik industri yang dihasilkan tersebut membangkitkan pertumbuhan domestik luar biasa. Ini membawa dampak dan tercapainya income perkapita lebih dari $3.000 tahun 2010.

Berdasarkan literatur dari China ternyata negara tersebut berusaha sekali untuk mencapai pendapatan $3.000 per kapita. Berdasarkan data inquiries Korsel berhasil alami lonjakan ekonomi di 2007 jauh dari perkiraan sebelumnya yaitu tahun 2018.

Tercapainya pendapatan per kapita di atas $3000 meningkatkan penjualan mobil di atas 1 juta unit di tahun 2012. Ini sejalan dengan penjualan alat rumah tangga seperti kompor, kulkas, dan televisi. (CNBC)