INFO VIRUS CORONA

PENYEBAR VIDEO SUDAH DITANGKAP, DATA KAPOLDA DIBANTAH PEJABAT TERKAIT


Pikiran Sehat - Fakta atas berita kedatangan WN China kini menjadi tumpang tindih. Ada kejanggalan dari pernyataan yang disampaikan pihak berwenang terkait masalah ini.

Sementara orang yang merekam dan menyebarkan video ditangkap polisi. Pria bernama Hardiono dari Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) itupun dianggap sebagai penyebar informasi palsu.

Usai ditangkap pria berusia 39 tahun tersebut meminta maaf ke publik karena telah menimbulkan keresahan akibat video yang direkam dan narasi yang disampaikan dalam video tersebut.
Baca juga:Update Covid-19 16 Maret: 134 Positif, 5 Meninggal, 8 Sembuh
Video itu menampilkan puluhan orang keluar dari sebuah ruangan dengan menenteng tas koper berukuran dan mayoritas kompak memakai masker penutup wajah.

"Satu pesawat, corona datang semua, Bandara Haluoleo," begitu suara yang muncul dari rekaman video tersebut.

Pernyataan ini seolah menyiratkan bahwa mereka yang datang adalah warga negara China dan membawa wabah virus corona baru atau Covid-19. Tersirat juga bahwa mereka tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara.

Dugaan bahwa mereka adalah warga negara China yang tiba di Kendari ternyata benar. Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Merdisyam memastikan kabar tersebut.

Namun demikian, dia membantah dugaan bahwa WN China tersebut adalah pembawa virus corona baru atau Covid-19.

Menurutnya, mereka semua sudah mengantongi surat dari karantina kesehatan dan dipastikan steril dari virus mematikan asal Wuhan, China.

Kepada wartawan, Merdisyam mengurai bahwa para WN China yang tiba di Kendari pada Minggu malam (15/3) itu bukan datang dari negeri tirai bambu, melainkan baru datang dari Jakarta.

"Saya sampaikan sekali lagi bukan dari China dan telah mengantongi surat dari karantina kesehatan pelabuhan,” tegasnya.

Merdisyam lantas menekankan bahwa para WN China yang belakangan diketahui sebagai tenaga kerja asing (TKA) tersebut belum pernah pulang ke negara asal sejak wabah corona muncul. (Posmetro Medan)