INFO VIRUS CORONA

Penyeberangan Sudah Ditutup, Ratusan Pemotor Nekat Mudik via Pelabuhan Merak

Pengendara motor tujuan Sumatra antre memasuki kapal Roro di Pelabuhan Merak, Banten, Sabtu (1/6/2019) dini hari. Foto: ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A


Pemerintah telah melarang mudik bagi warga yang berada di wilayah PSBB dan zona merah corona sejak Jumat, 24 April. 

PikiranSehat.com - Namun demikian, ratusan pemudik yang menggunakan sepeda motor tetap nekat menyeberang ke Pulau Sumatera via Pelabuhan Merak pada Selasa (28/4) dinihari. Padahal, PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak telah menghentikan penyeberangan ke Pelabuhan Bakauheuni, Lampung, pada 27 April hingga 31 Mei.
Baca juga:Jokowi Ungkap Kelangkaan Gula di 30 Provinsi, Mendag Sebut Ada BUMN yang Main
Kabid Humas Polda Banten, Kombes Pol Edy Sumardi, mengatakan pihaknya mendukung penuh kebijakan larangan mudik, termasuk via Pelabuhan Merak.

Namun atas dasar kemanusiaan dan keamanan, kata Edy, pihaknya memutuskan mengizinkan para pemudik yang didominasi para pemotor untuk menyeberang ke Pelabuhan Bakauheuni, Lampung.
"Jadi tadi malam, memang ada beberapa penumpang kendaraan sepeda motor yang terpaksa diseberangkan, karena sampai dini hari sudah kita lakukan penyekatan, kendaraan-kendaraan itu bertahan di pinggir jalan, berteduh, dan menunggu jadwal keberangkatan," ucap Edy, Selasa (28/4).

Edy menuturkan, para pemudik nekat menyeberang karena pihak ASDP masih membuka penjualan tiket secara online. Sehingga para pemudik itu akhirnya diizinkan menyeberang.

"Polri berkoordinasi dengan ASDP, ternyata benar masih melakukan penjualan online. Sehingga dengan pertimbangan kemanusiaan dan keamanan, pihak kepolisian bersama TNI dan Pol PP atas rekomendasi ASDP mengizinkan dengan sangat terpaksa untuk para pengendara sepeda motor menyeberang tadi malam," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Nurhadi Unggul Wibowo, menuturkan, berdasarkan koordinasi antara Kakorlantas dengan Dirjen Perhubungan Laut dan Menteri Perhubungan pada Minggu (27/4), sebetulnya telah disepakati larangan mudik via Pelabuhan Merak. Sehingga, ia meminta kepada PT. ASDP untuk meniadakan penjualan tiket kapal penumpang.

"(Tetapi) ternyata sistem itu yang bisa mengubah hanya pusat. Saya sudah bersurat ke Bu Dirut. Jadi bagi yang sudah beli tiket nanti pihak operator wajib mengembalikan 100 persen, dan itu sudah disiapkan di Pelabuhan Merak," ucapnya.

Nurhadi tak menampik, meski sudah ada check point berlapis sepanjang Jakarta sampai Merak, masih banyak pemudik yang berhasil menembus sampai ke Pelabuhan Merak.

"Banyak pemudik yang berusaha lolos lewat berbagai cara, melalui jalan tikus lah, lengahnya aparat lah. Pelaksanaan di lapangan kita tahu sendiri namanya juga manusia, ada yang lolos sampai Pelabuhan" tutupnya.