INFO VIRUS CORONA

Fakta-fakta Polisi Tembak Istri dan Anggota TNI di Jeneponto

Ilustrasi penembakan. Foto: Pixabay (KUMPARAN.COM)

Ketenangan warga Kabupaten Jenoponto, Sulawesi Selatan, di tengah bulan Ramadhan terusik.

PikiranSehat.com - Warga digegerkan dengan adanya peristiwa penembakan anggota TNI bernama Serda Hasanuddin oleh anggota Polrestabes Makassar berinisial Bripka H. Istri Bripka H turut menjadi korban dalam penembakan itu.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Ibrahim Tompo, membenarkan adanya peristiwa penembakan tersebut. Hanya saja Ibrahim menyebut karena satu dan lain hal, tak ada ekspose berlebih terhadap peristiwa penembakan itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kumparan, Bripka H diketahui memendam rasa kesal terhadap Serda Hasanuddin. Rasa kesal itu lantaran Bripka H menduga istrinya berinisial HS memiliki hubungan spesial dengan Serda Hasanuddin.

Ibrahim mengatakan, guna menjaga hubungan baik kedua instansi dan mencegah adanya potensi provokasi lanjutan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Sulsel, Pangdam, dan Dandim untuk membicarakan permasalahan tersebut.
Baca juga:Perempuan di Sukabumi yang Dibakar Hidup-hidup: Saya Dibakar Fina
Ibrahim menambahkan saat ini Bripka H telah dibekuk dan diamankan di Provost. Sementara itu atas luka tembak yang diperolehnya, baik Serda Hasanuddin maupun HS telah mendapatkan pengobatan medis di rumah sakit setempat.

Secara singkat, pihak kepolisian pun membeberkan kronologi penembakan itu:  
Kamis, 14 Mei 2020 

Peristiwa bermula saat Bripka H pulang ke kediamannya di Kabupaten Jeneponto seusai bertugas di Polrestabes Makassar. 

Setibanya di rumah di Kelurahan Empoang, Kabupaten Jeneponto, pada Kamis malam, Bripka H melihat gerak-gerik mencurigakan. Hal itu nampak dari lampu rumahnya yang tidak nyala, terlebih di depan rumahnya saat itu terparkir motor trail.

Merasa curiga, Bripka H masuk ke rumahnya dengan mengendap-endap. Sialnya, ia mendapati sang istri tengah bersama Serda Hasanuddin di dalam rumahnya.

Berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh, pihak rumah sakit tak dapat menyelamatkan nyawa Serda Hasanuddin. Ia dinyatakan meninggal saat tim dokter berupaya memberikan perawatan intensif melalu tindakan operasi.

Sementara terkait kondisi istri Bripka H, HS, yang bersangkutan telah mendapatkan pengobatan akibat luka tembak di paha yang dialaminya.