INFO VIRUS CORONA

Jokowi Minta Masyarakat yang Belum Terima Bansos Lapor ke RT atau RW

Presiden Jokowi saar berkeliling di Kawasan Kota Lama Semarang, Senin (30/12/2019) 

PikiranSehat.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat yang belum menerima bantuan sosial (bansos) sebagai jaring pengaman di tengah pandemi Covid-19 untuk melaporkan diri.

Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau langsung pembagian bansos di Kantor Pos di Jalan Ir. H. Juanda nomor 5 Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat pada hari ini, Rabu (13/5/2020).

"Melaporkan kembali ke RT/RW, sehingga bisa disusulkan."
Baca juga:Viral, Postingan Soal Karyawan Gaji 20 Juta tapi Tetap Minta Bansos Corona, Ngakunya Rakyat Kecil
Jokowi dalam kesempatan tersebut, berharap bansos yang dikucurkan oleh pemerintah dapat menjangkau setengah dari penduduk Indonesia.

"Kita harapkan bantuan sosial dapat menjangkau kurang lebih 55 persen dari penduduk kita," katanya

Lebih lanjut, mantan Wali Kota Solo ini menjelaskan, bansos yang ada diperuntukkan kepada masyarakat tidak mampu maupun pihak-pihak yang terdampak langsung dari adanya pandemi Covid-19.

"Dengan adanya bantuan sosial ini kita bisa menguatkan daya beli masyarakat sehingga konsumsi domestik kita menjadi normal kembali."

"Itu yang kita harapkan," imbuhnya.

Meskipun demikian, Jokowi mengakui penyaluran bansos belum terealisasi sepenuhnya.

"Memang tahapan pertama belum 100 persen selesai, di tempat lain yang saya cek, misalnya BLT desa baru diterima masyarakat 10 persen."

"Mohon masyarakat masih menunggu dan menyanyakan kepada aparat desa, RT/RW maupun kepala desa," ujarnya.

Kata Menteri Sosial
Menteri Sosial, Juliari P. Batubara (Tangkap layar channel YouTube KompasTV)

Menteri Sosial, Juliari P. Batubara mengatakan penyaluran bantuan sosial tunai di wilayah Kota Bogor memasuki tahapan terakhir diperiode pertama.

Nantinya setelah bantuan pertama ini akan dilanjutkan tahapan kedua.

"Nanti di sambung dengan nilai yang sama, sedangkan total ada tiga tahapan," kata Juliari.

Juliari berharap tahapan kedua akan diberikan sebelum perayaan Idul Fitri.

Sehingga masyarakat dapat menerima bantuan sosial langsung senilai 2 kali Rp600 ribu.

"Tahapan ketiga setelah Idul Fitri tinggal satu kali lagi," imbuhnya.

Juliari tidak memungkiri realisasi bantuan sosial tunai tidak bisa berjalan maksimal di seluruh daerah.

"Kalau di Bogor ini fasilitasnya lengkap, namun di beberapa daerah lain medannya berat mungkin cuma tahap," ucap pria berkacamata ini.

Sebelumnya, sejumlah kebijakan untuk bansos telah dikeluarkan oleh pemerintah sebagai jaring pengaman sosial di tengah pandemi Covid-19.

Bantuan-bantuan tersebut seperti, Kartu Prakerja, Kartu Sembako, PKH, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).

BLT tersebut dianggarkan akan menggunakan Rp22,47 triliun yang direalokasi dari Rp72 triliun yang dianggarkan untuk Dana Desa.

Selain itu terdapat Kartu Prakerja dengan insentif bulanan yang mencapai Rp3,5 juta per orang.

Tidak hanya itu pemerintah juga melakukan pengurangan tarif listrik sebesar 50 persen untuk para pelanggan kapasitas 450 watt selama tiga bulan.

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mengaku Masih Ada Cadangan, Jokowi Minta Masyarakat yang Belum Dapatkan Bansos untuk Lapor, https://www.tribunnews.com/corona/2020/05/13/mengaku-masih-ada-cadangan-jokowi-minta-masyarakat-yang-belum-dapatkan-bansos-untuk-lapor?page=all.