INFO VIRUS CORONA

Jokowi Pun Kaget Soal PHK Massal Pabrik Sepatu Buyer Adidas

Foto: Presiden Joko Widodo (Jokowi). (BPMI Setpres/Kris)

Jakarta, PikiranSehat.com - Tindakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal oleh pabrik sepatu PT Shyang Yao Fung mencuri perhatian masyarakat luas setelah videonya viral beredar di dunia maya.

Presiden Jokowi dikabarkan menaruh perhatian terhadap kejadian PHK massal ini. Apalagi, pabrik sepatu ini dikenal sebagai produsen brand sepatu kenamaan dunia yang buyer atau pembelinya antara lain Adidas-Nike.
Baca juga:Banyak Dikomplain Pelanggan, PLN Akui Tambahkan Tagihan Listrik di April
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko kepada CNBC Indonesia. Ia mengaku sempat ada kesimpangsiuran di masyarakat mengenai alasan pabrik tersebut PHK massal. Banyak yang mengira karena dampak COVID-19, termasuk di antaranya Presiden Jokowi.

"Presiden Jokowi juga melihat, disampaikan mudah-mudahan nggak ada PHK, tiba-tiba dengar ada PHK, dia kaget, dia sampaikan ke Menko Perekonomian (Airlangga Hartarto). Mungkin dikira karena COVID-19. Menko menelepon saya. Pak benar nggak PHK buat pabrik bangkrut? Saya jawab nggak, bukan karena COVID-19," kata Eddy melalui sambungan telpon, Rabu (6/5).

Ia menegaskan bahwa langkah PT Shyang Yao Fung, yang merupakan anggota Aprisindo tersebut bukan karena COVID-19, melainkan memang rencana yang sudah disiapkan sejak lama. Pabrik melakukan relokasi dari Kota Tangerang Banten ke Brebes Jawa Tengah, karena persoalan upah buruh yang tinggi di Banten dan perluasan pabrik.

"Saya tekankan, PT Shyang Yao Fung pindah bukan karena COVID-19. Namun memang strategi perusahaan yang sudah memiliki rencana sejak beberapa tahun lalu untuk pindah dan membuka perusahaan lebih besar," katanya.

Konsekuensi pindah pabrik, PT Shyang Yao Fung melakukan PHK massal terhadap 2.500 pekerja, yang dilakukan pada Mei 2020, secara bertahap.