INFO VIRUS CORONA

Jokowi Soroti Lambatnya Penyaluran Bansos

Pekerja membawa paket bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan di Gudang Food Station Cipinang, Jakarta.(WASPADA.CO.ID)

JAKARTA, PikiranSehat.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti lambatnya penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) kepada masyarakat. Jokowi menyebut BLT yang telah tersalurkan baru 15 persen dan BST 25 persen.

“Sampai saat ini, saya melihat di masyarakat masih terjadi riuh rendah karena tidak mendapatkan BLT Desa dan Bansos Tunai,” kata Jokowi dalam keterangan pers, Sabtu (16/5).

Terkait lambatnya penyaluran bantuan sosial, Jokowi telah memerintahkan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Sosial Juliari P Batubara, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mempercepat proses penyaluran BLT Desa maupun Bansos Tunai.
Baca juga:Iuran BPJS Kesehatan Naik, Sri Mulyani: Jika Peserta Kelas I dan II Tak Kuat Turun Saja ke Kelas III
“Saya ingin prosedur penyaluran bansos tersebut disederhanakan. Dengan cara menyederhanakan dan memotong prosedurnya, masyarakat segera menerima bantuan sosial ini baik itu BLT Desa maupun Bansos Tunai. Saya harapkan masyarakat juga menanyakan kepada RT, RW atau kepala desa,” tandasnya.

Pandemi virus Corona (Covid-19) telah memang membuat pemerintah memberikan sejumlah bantuan sosial kepada masyarakat. Bantuan tersebut terdiri atas penggratisan listrik untuk pelanggan 450VA dan diskon 50 persen untuk pelanggan 900VA bersubsidi.

Selain itu, bantuan Kartu Sembako untuk 20 juta penerima, Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada 10 juta keluarga, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa, dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

“Perlu saya sampaikan bahwa sampai hari ini BLT Desa yang tersalurkan ke masyarakat baru 15 persen, artinya masih ada 85 persen yang belum diterima oleh masyarakat. Kemudian juga Bansos Tunai baru kurang lebih 25 persen yang diterima oleh masyarakat, sehingga masih ada 75 persen yang belum diterima,” ujarnya.