INFO VIRUS CORONA

Terungkap, Ini Alasan Kenapa Masjid Tetap Ditutup, Mal Dibuka di Pekanbaru

KETUA PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pekanbaru, Nifra Khairon menyerahkan aspirasi kepada Wali Kota Pekanbaru, Firdaus. 

PEKANBARU, PikiranSehat.com - Polemik kenapa pusat perbelanjaan dan Mal tetap buka, sedangkan masjid ditutup di Kota Pekanbaru, akhirnya terjawab sudah.

Ketua PC IMM Pekanbaru, Nofra Khairon, mengatakan mal tetap diperbolehkan dibuka untuk menimalisir keterpurukan ekonomi masyarakat.

"Sedangkan masjid dan rumah ibadah tetap ditutup Pemerintah karena masjid tempat paling ramai," kata Nofra Khairon menirukan ucapan Wali Kota Pekanbaru, Firdaus, Selasa (26/5).

Rombongan PC IMM Pekanbaru menjumpai Wali Kota Firdaus akhir pekan lalu, Sabtu (23/5/2020), di Kantor Wali Kota. Mereka harus menanti selama lima jam untuk bisa berjumpa dengan orang nomor satu di Kota Bertuah tersebut.
Baca juga:Mahfud MD: Di Iran Ribuan Orang Mati karena Salat di Masjid Saat Corona
Usai menyatakan masjid merupakan tempat paling ramai, Firdaus kemudian mengkalkulasikan semuanya di seluruh Pekanbaru.

"Menurut hemat saya subtansinya bukan ekonominya, akan tetapi penyebaran virusnya. Justru dengan dibuka mal semakin meningkatkan jumlah kasus," kata Nofra.

Ia menjelaskan, terbukti dalam skala nasional meningkatnya jumlah kasus positif hampir diberitakan beberapa hari lalu.

Saat berjumpa Firdaus, Nofra Khairon didampingi Ary Bagus. Selain menyampaikan aspirasi masyarakat kenapa mal tetap dibuka, sedangkan mesjid ditutup, IMM Pekanbaru juga sampaikan bobroknya penanganan COVID-19.

Nofra Khairon menyampaikan bantuan pangan dan BLT untuk masyakat tak tepat sasaran. "Pak Firdaus mengakui data keluarga miskin tidak terintegrasi dengan baik, jadi tidak bisa dipungkiri adanya salah penerimaan, tapi jumlahnya sedikit," kata Nofra.