INFO VIRUS CORONA

Ya, Saya Mendukung Ahok Untuk Melaporkan Penyinyirnya!


PikiranSehat.com - Secara pribadi saya mendukung Ahok untuk melaporkan penyinyirnya. Mengapa? Biar mereka tahu batas antara ranah pribadi dengan ranah umum. Selain itu agar mereka belajar untuk menghargai ranah pribadi orang lain terlepas apakah mereka setuju atau tidak setuju terhadap perbuatan orang tersebut.

Bagi saya jika Ahok melaporkan penyinyirnya itu adalah tindakan yang sah dan bermartabat. Itu bukan tindakan yang fenomenal. Itu tindakan untuk melindungi keluarganya terutama istrinya dari para pembulynya. Secara khusus Ahok berhak untuk melaporkan akun shelya_17. Akun IG yang bersangkutan sekarang ini dalam posisi diprivate, mungkin ketakutan kali ya. Jika shelya_17 berhasil diseret kepengadilan maka saya yakin para pengikutnya akan berhenti membuly Ahok, khususnya puput istri Ahok. Apalagi bila hal tersebut bisa menyeret akun @sahabatvero. Kenapa tidak? Akun ini menjadi sarana untuk menjelek-jelekan puput istri Ahok. Akun ini mungkin sekali lagi mungkin dibuat oleh musuh Ahok. Jadi tidak heran kalau isinya menjadi sarana untuk menjelek-jelekan Ahok. Saya yakin jika bisa mungkin Vero akan meminta akun ini juga ditutup. Mengapa, akun ini memperparah luka akibat perceraian. Ini bukan akun seorang sahabat tetapi akun seorang musuh yang menyamar sebagai sahabat.
Baca juga:Anak SD Pedagang Es, Kini Jadi Konglomerat hingga Punya Pabrik Semen
Sekali lagi adalah tidak pantas bila seseorang untuk mengomentari ranah pribadi orang lain di ranah publik. Apalagi hal tersebut dipergunakan untuk menyerang atau melampiaskan dendam atau kekesalannya kepada publik figur, khususnya Ahok dan Puput. Apalagi bila orang tersebut mengaku dirinya beragama dan dalam postingannya merendahkan Puput mau pun Ahok. Sekali lagi hal tersebut tidak pantas. Disisi lain hal tersebut tentunya bukan memadamkan atau menyembuhkan bekas luka Vero karena perceraian tetapi malah semakin memperlebar dan memperparah bekas luka perceraian itu. Selain itu, tindakan kalian dengan memperbandingkan Vero dan Puput akan semakin menjauhkan hubungan antara Ahok dengan anak-anaknya yang berasal dari Vero. Apakah itu tujuan kalian dengan membentuk akun @sahabatvero. Jika ya, sangat jahat sekali!!!

Saya menuliskan dukungan ini karena saya melihat dan merasa apa yang kalian lakukan itu tidak pantas. Apalagi bila kalian menganggap Puput bersalah dalam kasus perceraian Ahok dengan Vero. Saya rasa kalian salah. Suatu perceraian tidak akan terjadi dikarenakan satu pihak saja, baik dari pihak lelaki atau pun dari pihak perempuan. Kedua belah pihak bertanggung jawab atas terjadinya perceraian. Selain itu hal yang perlu kalian ingat adalah, perceraian itu bukan lah hal yang mudah dilakukan di dalam agama Kristen. Bukan semudah membalik tangan seperti yang kalian lihat dalam kisah-kisah selebritis. Pasangan Kristen yang akan bercerai diharuskan untuk melalui masa konseling dengan Pendeta. Ada proses mediasi. Proses mediasi ini membutuhkan waktu yang cukup lama.

Selain itu, saya pun bisa memahami kenapa Ahok harus mengambil keputusan untuk bercerai. Sebagaimana yang kita ketahui, Ahok lah yang mengajukan gugatan cerai, bukan Vero. Ini bukan keputusan yang mudah. Ini keputusan yang menyakitkan. Apapun hasil dari perceraian ini, kedua-duanya hancur. Yang hancur itu bukan saja mereka, tetapi juga anak-anak. Tetapi saya yakin bahwa Ahok sudah mempertimbangkan hal ini matang-matang. Tentunya dengan meminta pendapat pendeta tempat dia bergereja atau pun orang-orang yang menurutnya pantas dimintai pendapat.

Selain itu secara hukum dan di mata keluarga besar Ahok, Vero sudah lagi tidak dianggap bagian dari mereka. Puput lah sekarang secara hukum menjadi bagian dari keluarga besar Ahok. Jadi Ahok punya tanggung jawab untuk melindungi kehormatan keluarganya dalam hal ini kehormatan dan wibawa istrinya Puput baik di mata keluarga mau pun di mata Publik.

Jadi tidak salah bila Ahok melaporkan akun-akun yang menghina atau pun membuly istrinya. Itu bukan hal yang fenomenel atau mencari sensasi. Ahok tidak butuh itu. Bagi Ahok, itu adalah kewajibannya. Kewajibannya sebagai suami Puput dan juga kepala rumah tangga. Kewajibannya ini tidak dibatasi oleh jabatannya sebagai pejabat negara dalam hal ini sebagai Komisaris Pertamina. Kewajiban ini pun tidak dilarang oleh aturan agama yang ia naut. Adalah salah bila para penghina Puput menganggap bahwa Ahok tidak pantas melaporkan akun-akun nyinyir tersebut dengan alasan agama atau pun alasan Ahok adalah pejabat Publik. Apalagi membandingkan Puput dengan Iriana istri Jokowi. Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannyambok. Itu aja. Ahok adalah Ahok dengan segala keterbatasannya. Jokowi ya Jokowi dengan segala kelebihannya.

Sebenarnya apa yang dilakukan Ahok jika ia jadi melaporkan akun-akun yang menyinyiri istrinya adalah sama seperti yang dilakukan Luhut. Luhut melaporkan Said Didu karena Ia merasa Said Didu melanggar kehormatannya. Hal yang sama dengan apa yang akan dilakukan oleh Ahok. Ahok merasa apa yang dilakukan oleh pembuly istrinya itu melanggar kehormatan istrinya. Ingat kehormatan istri adalah juga kehormatan suami. Mereka adalah satu keluarga. Satu diserang sama saja menyerang yang lain. Gitu sesat. (SEWORD)