INFO VIRUS CORONA

Isu Agama Hambat Sigit Prabowo Jadi Calon Kapolri

Kombes Listyo Sigit Prabowo saat mengikuti upacara serah terima jabatan (Sertijab) di Mapolda Banten, di Serang, Kamis 13 September 2019. (foto: Antara/Asep Fathulrahman).(TAGAR.ID)


Mantan ajudan Presiden Jokowi dijagokan menggantikan Kapolri Idham Aziz. Tapi isu agama mungkin akan menghambatnya.


Bogor, Pikiran Sehat.com - Lembaga pengamat polisi Indonesia Police Watch (IPW) menilai Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Komisaris Jenderal (Komjen) Listyo Sigit Prabowo sangat berpotensi menjadi calon kepala kepolisian menggantikan Jenderal Idham Aziz. Selain dekat dengan Presiden Jokowi, menurut IPW, Jenderal bintang tiga ini masih berusia relatif muda.

“Sigit sangat berpotensi, apalagi sangat dekat dengan Jokowi, tapi ada kendala yang menghadangnya,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane ketika dihubungi Tagar melalui pesan Whatsapp, Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2020. Hanya saja Neta enggan menyebutkan kendala yang dimaksudkan.

Sebagian kalangan berpendapat isu agama akan menjegal mantan ajudan Presiden Jokowi ini maju sebagai kandidat kapolri. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banten juga pernah menolak pengangkatan Sigit sebagai Kepala Kepolisian Banten pada 2016 meskipun akhirnya ia tetap dilantik oleh Kapolri Tito Karnavian.
Baca juga:Heboh Sepeda Masuk Kafe, Publik: Kita Ini dari Tanah Jangan Kayak Langit
“Masalah agamanya yang Kristen akan menghadangnya (maju sebagai kandidat Kapolri),” kata sumber Tagar yang tak ingin disebut namanya.

Sumber ini berpendapat, hambatan isu agama bukan berasal dari internal institusi polisi. Tapi isu identitas agama Sigit dapat berdampak buruk pada sistem keamanan ketika polisi menghadapi aksi massa yang mengatasnamakan Islam.

“Situasi politik saat ini di mana kelompok garis keras Islam sempat menguat di Pilpres 2019 tentu akan berdampak pada sistem keamanan yang akan diterapkan Polri dalam menghadapi aksi-aksi massa ke depan, setidaknya akan bisa diarahkan untuk memojokkan kinerja kepolisian, apalagi dalam menghadapi isu-isu terorisme,” ujarnya.

Dari catatan sejarah polisi pun, kata dia, hampir tak ada Kapolri dari nonmuslim. Hanya Jenderal Polisi Purnawirawan Widodo Budidarmo yang tercatat nonmuslim pernah memimpin Polri.

“Sepanjang sejarah Polri baru satu orang, itu pun sepupu Ibu Tien Soeharto,” ucapnya.

IPW menyebut Sigit sebagai salah satu dari delapan jenderal potensial menggantikan Idham Aziz yang akan pensiun pada Januari tahun depan. Polisi kelahiran Ambon ini berusia 51 tahun atau memiliki 7 tahun sisa masa jabatan sebelum pensiun.

Dari delapan nama itu, Sigit juga dianggap berpotensi menyingkirkan kandidat lainnya sesama 'gang Solo'. Kategori 'gang Solo' yang dimaksud Neta ialah para kandidat kapolri versi IPW yang pernah bertugas di kampung halaman Jokowi.

Jika dicermati peta kekuatan figur calon Kapolri gang Solo saat ini, Kabareskrim Sigit berada di atas angin.

Di Solo, Kabareskrim ini pernah menjabat kepala Polresta Solo 2011. Sementara dua kandidat 'gang Solo' lainnya ialah Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi dan Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana.

Ahmad Luthfi pernah menjabat Wakapolres Solo 2011 dan Nana Sudjana pernah bertugas sebagai Kapoltabes Surakarta 2010. Sigit dan kedua Kapolda ini bertugas semasa Jokowi menjabat Wali Kota Solo.

Kapolda Jawa Tengah Ahmad Luthfi kini berusia 53 tahun sementara Kapolda Metro Jaya Nana Sudjana 55 tahun. Meski lebih tua dari Sigit, keduaya masih berpangkat bintang dua.

"Jika dicermati peta kekuatan figur calon Kapolri gang Solo saat ini, Kabareskrim Sigit berada di atas angin," ujar Ketua Presidium IPW ini. []