INFO VIRUS CORONA

Modyar! Nyali Ciut Bak Kerupuk Kesiram Air, Gus Nur Minta Bantuan FPI untuk Hadapi Banser


PikiranSehat.com - 
Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini tidak hanya soal pandemi Covid-19 yang belum juga ada titik terangnya kapan akan berakhir, tapi juga soal munculnya ulama-ulama palsu atau dadakan.

Kalau ulama-ulama palsu ini gak bikin masalah sih gak apa-apa. Tapi kelakuan mereka itu lho yang nauzubillah min zalik. Lebih bejat dari orang-orang yang berjenis kelamin palsu.

Sebut saja Tengku Zul yang awalnya hanya seorang penyanyi di RRI.

Kini jadi ulama dadakan.

Dan yang dia lakukan bukannya mengajak kepada kebaikan, tapi malah menyebarkan hoax serta ujaran kebencian tiada hentinya.

Lucunya, orang-orang seperti ini masih ada juga yang mau jadi pengikutnya.

Sebut saja laskar FPI, anggota PA 212 dan kadrun-kadrun yang lain menjadikan si Tengku ini ulama panutan.

Padahal aslinya ulama digoreng dadakan dua rebuan.

Kemudian, ada juga Sugi Nur Raharja atau Gus Nur, ulama dadakan yang suka bikin masalah.

Pertama, Si Gus Nur ini sebelas dua belas dengan Novel Bamukmin kelakuannya, yakni melakukan pembohongan publik pada namanya.

Kalau Novel, bukan merupakan keturunan Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tapi mengaku kalau dirinya habib. Sedangkan si Gus Nur ini bukan merupakan keturunan kyai atau ulama tapi senang dipanggil Gus.

Baca juga: Jepang Buka Taman Bermain Khusus Dewasa, Bisa Jumpa Fans dengan Bintang Porno

Padahal kita tahu sendiri bahwa Gus itu merupakan panggilan untuk anak laki-laki pemilik pondok pesantren atau anak kyai kharismatik, khususnya di kalangan Nahdliyin. Contohnya Gus Dur (Abdurrahman Wahid), merupakan anak Kyai Wahid Hasjim dan juga merupakan cucu Hadratush Syaikh Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama.

Kemudian ada Gus Yaqut (Yaqut Cholil Quomas), merupakan putra dari Kyai Cholil Bisri. Kyai Cholil ini merupakan pendiri sekalgus pengasuh Ponpes Roudlatut Thalibin, Rembang.

Nah, berbeda dengan Tengku Zul yang punya latar belakang seniman alias penyanyi, si sugi Nur ini dulunya merupakan sales marketing pembalut wanita serta pemain debus.

Jadi, jangan ditanya dia lulusan pesantren mana. Karena dia tidak pernah sama sekeli nyantri seumur hidupnya. Kecuali pernah ikut pesantren kilat.

Yang ada, dia lancar bicara karena latar belakang pekerjaannya itu, yakni seorang sales. Yang kita tahu sendiri kalau berhadapan dengan sales seperti apa. Segala jurus rayuan dikeluarkan agar barang dagangannya tersebut bisa laku.

Nah, kalau Tengku Zul biasanya menyerang pemerintah, si Sugi Nur ini getol banget menyerang NU, Banser dan Ansor.

Entah apa salah NU padanya sehingga ia berbuat begitu.

Akibat ulahnya tersebut, pada 2018 lalu ia pernah diperiksa polisi atas kasus pencemaran nama baik terhadap Ansor, Banser dan NU melalui media sosial.

Si Gus Nur ini sudah ditetapkan sebagai tersangka lho oleh polisi kala itu. Tapi entah kenapa hingga saat ini belum ditahan juga. Padahal hakim juga sudah memvonisnya hukuman 1 tahun 6 bulan penjara waktu itu.

Mungkin karena polisi takut disebut mengkriminalisasi ulama kali ya. Karena ketua FPI, Ahmad Sobri Lubis juga pernah mengatakan, Indonesia dilanda gempa bumi kala itu karena pemerintahnya mengkriminalisasi ulama. Salah satunya mengkriminalisasi si Gus Nur ini.

Padahal sejatinya do’i bukan ulama. Melainkan sales pembalut yang diulamakan.

Lantaran telah menghina NU, kemudian dilaporkan ke polisi, dan hingga kini ia masih menghirup udara bebas. Hal inilah yang membuat si Sugi Nur ini semakin menjadi-jadi terhadap NU, Banser dan Ansor.

Baru-baru ini, ia kembali menjelek-jelekkan Ormas keagaamaan terbesar di Indonesia itu.

Saat wawancara dengan eks komisaris BUMN pecatan yang juga anggota KAMI, Refly Harun, ia secara terang-terangan mengatakan NU sopirnya mabuk, kondekturnya teler, dan kernetnya ugal-ugalan serta isi busnya PKI, liberal, dan sekuler.

Hal inilah yang kemudian membuat Nahdliyin tidak tinggal diam. Pasca mengetahui organisasinya tersebut telah dihina sedemikian rupa oleh ulama digoreng dadakan Gus Nur itu, Aliansi Santri Jember yang dikawal oleh Banser langsung melaporkannya ke polisi.

Karena jelas, pernyataan Gus Nur itu mengandung muatan ujaran kebencian serta merendahkan marwah NU.

Tidak pelak, saat ini kebebasan ulama Kadrun itu terancam. Kalau seandainya polisi memiliki bukti yang cukup, tentu ia akan menjadi tersangka lagi. Dan peluangnya untuk masuk penjara kali ini jauh lebih besar. Karena telah melakukan perbuatan melanggar hukum untuk kedua kalinya.

Lantas, berhadapan dengan Banser apakah Gus Nur tidak gentar?

Ternyata, nyali do’i ciut juga bak kerupuk disiram kuah rendang.

Terbukti, dia menghubungi kelompok yang sealiran dengannya, yakni FPI untuk meminta bantuan hukum serta moril dalam rangka menghadapi laporan dugaan penghinaan terhadap NU tersebut.

Baca juga: Wih Keren! Ada Jalan Presiden Joko Widodo di Abu Dhabi

"Gus Nur sudah menghubungi saya untuk laporan dari rekan-rekan Banser NU di sana Jember," kata Ketua Tim Advokasi FPI Jatim, Andry Ermawan, (20/10).

"Tim advokasi Gus Nur dan bantuan hukum FPI Jatim siap mendampingi Gus Nur," lanjutnya lagi.

-o0o-

Memang sih, sudah semestinya proses hukum harus berjalan terhadap Sugi Nur ini, agar bisa jadi pelajaran buat Kadrun yang lain bahwa setiap orang tidak bisa senaknya saja berkata kotor & memfitnah orang atau pihak lain.

Dan, kalau do’i tidak diproses hukum, suatu saat akan ada lagi orang lain yang berulah seperti dia. Bahkan, si Sugik ini pun akan mengulangi lagi perbuatannya ke depannya.

Mudah-mudahan nanti proses sidangnya live. Karena pengen lihat juga si Sugi ini ngomong danjcuukk, matamu picek, dll ke jaksa dan hakim. Biar dia dapat bonus hukuman gitu.

Sumber :

https://seword.com/umum/modyar-nyali-ciut-bak-kerupuk-kesiram-air-gus-SnsQYTR9LH

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201020150350-20-560556/fpi-jatim-akan-dampingi-gus-nur-hadapi-kasus-dugaan-hina-nu