INFO VIRUS CORONA

Rizieq, Erick, JK dan Anies di 2024


Pikiransehat.com -
Lima hari yang lalu, Rizieq mengumumkan kepulangannya ke Indonesia. yakni 10 November 2020, atau hari ini. Namun besoknya, Rizieq kembali mengumumkan bahwa dirinya batal pulang karena masih belum diijinkan oleh imigrasi.

Dua pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Rizieq.

Yang menarik dari kepulangan Rizieq kali ini sebenarnya soal status deportasinya. Pada tahun 2018 lalu, Rizieq juga sudah pernah diberikan surat deportasi. Tapi kemudian dia tetap bertahan di Arab sana, tidak bisa keluar dari Arab. Menurut Kedubes kita di Arab, Rizieq tidak bisa keluar karena punya dua kasus hukum yang belum selesai.

Di tahun 2020 ini situasinya hampir sama. Bahkan Rizieq sendiri nampaknya ragu dengan kepulangannya. Sampai mengumumkan batal pulang karena urusan imigrasi.

Baca juga: Berasa Punya Istri! 5 Gadis Cantik Ini Siap Bikinin Ente Kopi Tiap Hari

Namun akhirnya Rizieq kini benar-benar pulang. Artinya, segala denda sudah dibayarkan. Pertanyaannya kemudian, siapa yang bayar? Karena yang kita tahu, masalah utama soal kepulangan Rizieq adalah soal denda yang cukup mahal. Lebih dari 500 juta rupiah. Belum denda masalah hukum lainnya.

Selain itu, selama tiga tahun setengah di Arab Saudi, Rizieq bisa hidup bersama keluarganya tanpa bekerja. Fakta ini tidak wajar. Dari mana Rizieq bisa menghidupi keluarganya? Kalaupun pertemuannya dengan tokoh-tokoh seperti Fadli Zon ada bayarannya, jelas tak sebanding dengan biaya hidup selama 3.5 tahun.

Ferdinan Hutahaen sebelumnya memberi sindiran kepada Chaplin. Yang dianggap datang ke Arab untuk melunasi segala denda yang menjerat Rizieq. Chaplin yang merupakan tokoh fiksi itu identik dengan JK, dan kebetulan seminggu sebelum pengumuman kepulangan Rizieq, JK memang ada di Arab.

JK tentu saja tidak sendiri. Ada Komjen Pol Syafruddin, Hamid Awaluddin mantan Menkumham, Solihin Kalla, Ali Hasan Bahar, Anizar Masyhadi, Buyung Wijaya Kusuma, Muhammad Shobirin, Adam Suryadi, Andi Gasli dan beberapa orang lainnya.

Kedatangan JK ke Arab dalam rangka realisasi pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi dan peradaban Islam di Jakarta. Museum ini nantinya akan dibangun di atas lahan seluas 6 hektar di Ancol.

Pembangunan Museum Internasional Sejarah Nabi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dewan Masjid Indonesia yang dipimpin JK, Liga Dunia Islam, Yayasan Wakaf As-Salam serta Pemprov DKI Jakarta.

Pada peletakan batu pertama museum ini, selain Anies dan JK, turut hadir Menteri Agama Fachrul Razi dan Menteri BUMN Erick Tohir.

Baca juga: Heboh! Polisi ini Nikahi Wanita dengan Mahar Ratusan Juta di SulSel, Sultan Dilawan

Di satu sisi, kita belum menemukan bukti valid soal peran JK dalam memulangkan Rizieq. Tapi di sisi lain, Rizieq jelas difasilitasi oleh pejabat penting atau tokoh kuat di Indonesia. Sehingga bisa hidup tanpa harus bekerja. Bisa tinggal di Arab tanpa tujuan yang jelas dan tanpa visa.

Kalau Rizieq tidak difasilitasi oleh pejabat penting dan tokoh kuat, mana bisa dia bebas beraktifitas di Arab tanpa pernah dirazia? Pernah ada razia ke rumahnya, tapi setelah itu dibebaskan lagi. Padahal biasanya yang tertangkap razia akan dikurung sampai hari deportasi.

Pertanyaannya kemudian, apa benar JK adalah sosok penting yang selama ini memfasilitasi Rizieq? Dari kabur sebelum penyelidikan kasus hukumnya, lalu pulang tepat di hari pahlawan nasional?

Sulit untuk menilai ini sebuah kebetulan belaka. Bagaimana Museum Internasional Sejarah Nabi Jakarta akan dibangun cepat sebelum Anies turun. Lalu kepulangan Rizieq di hari pahlawan nasional, kebetulan pula jelang Pilkada serentak.

Selain itu kita juga tidak bisa menutup mata bahwa penjajakan Capres Cawapres 2024 sudah mulai dilakukan. Setelah hasil Pilkada 2020 keluar, maka pemetaan dan hitung-hitungan koalisi akan segera dimulai.

Kita mungkin maklum bila Menteri Agama turut hadir dalam peletakan batu pertama Museum Internasional Sejarah Nabi di Jakarta. Masih ada hubungannya. Tapi kalau Menteri BUMN? Apa hubungannya?

Suka tidak suka, Anies adalah anak buah JK, yang diusung dan didukung sampai bisa menang di Pilgub DKI. Meskipun pembangunan museum ini berada di bawah Liga Dunia Islam, tapi tetap saja ini semua diupayakan dan direncanakan. Dan Anies di akhir masa jabatannya bisa mengklaim museum sejarah Nabi ini adalah bagian dari kerjanya.

Lalu Rizieq bisa berperan sebagai buzzer. Label habib yang dilekatkan pada Rizieq nantinya bisa mendongkrak peresmian museum sejarah Nabi tersebut, dan di 2024 saat semua calon adalah baru, Rizieq bisa ambil bagian dalam tim kampanya pemenangan. Dan itu semua memang harus dimulai tahun depan, setelah hasil Pilkada serentak kita dapatkan.

Tapi kalaupun ini semua hanya kebetulan, lalu siapa yang membiayai Rizieq?